Organisasi Aktif Progresif di Tengah Pandemi

Jumat (26/2/2021). Dengan mengangkat tema “Wujudkan Organisasi Aktif dan Progresif di Tengah Pandemi”, ketua dari seluruh organisasi maupun ekstrakurikuler yang ada di Smansa berkumpul di Gedung Aula, dengan peserta yang terbatas dan pastinya menerapkan protokol kesehatan yang ketat (3M) untuk mengikuti Acara Rapat Tengah Tahun 2021. Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Perwakilan Kelas ini bertujuan untuk mengevaluasi kendala-kendala dari ekstrakurikuler dan organisasi yang ada di Smansa pada semester gasal.

Dokumentasi

Pada rapat yang berjargon “Lakukan perubahan tuk sebuah organisasi yang lebih jaya” ini, seluruh ketua dari organisasi dan ekstrakurikuler membahas tentang kegiatan atau acara yang akan dilaksanakan kedepannya. Apalagi disituasi seperti ini, yaitu pandemi COVID-19. Masing-masing dari ketua organisasi maupun ekstrakurikuler harus memutar otak karena tidak bisa dipungkiri lagi sulitnya untuk meminta izin kepada pembina mengenai penyelenggaraan kegiatan atau acara yang ada di Smansa secara offline. Seperti kegiatan atau acara yang membutuhkan kehadiran banyak orang dan ingin diselenggarakan secara offline, tetapi pembina tidak menyetujui karena dari sekolah juga mendapat surat edaran resmi dari pemerintah daerah untuk meniadakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan acara yang menimbulkan kerumunan.

Rapat Tengah Tahun berisi presentasi kendala dari masing-masing organisasi dan ekstrakurikuler yang kemudian ditanggapi oleh para pembina dengan solusi yang dapat menjadikan jawaban atas kendala-kendala organisasi dan ekstrakurikuler di Smansa.

Dokumentasi

Acara ini dilaksanakan pukul 13.15 hingga 15.20 WIB dan dimulai dengan sambutan dari Ibu Budi Hartati, M.Pd. selaku Kepala SMA N 1 Pekalongan. Kebetulan pada saat acara rapat tersebut Ibu Budi Hartati tidak dapat menghadiri secara offline dikarenakan terdapat perihal lain, sehingga Ibu Budi Hartati mengikuti acaranya via online menggunakan Google Meet. ┬áLalu, disusul dengan sambutan ketua acara sekaligus presentasi kendala dan solusi oleh masing-masing ketua organisasi dan ekstrakurikuler. Organisasi dan ekstrakurikuler yang mengikuti Rapat Tengah Tahun diantaranya adalah Remaja Masjid Al-Alim, Passusbra, Gamaraka, Palang Merah Remaja, Wanalana, Basket, Voli, Bulutangkis, Taekwondo, Futsal, English Club, Computing Club, Kelompok Ilmiah Remaja, Smansazone, Shinobu, Paduan Suara (MICS), Beta Dance, Jurnalistik, Organisasi Siswa Intra Sekolah, lalu yang terakhir Majelis Perwakilan Kelas beserta jajaran seluruh komisinya. Setelah presentasi dari masing-masing organisasi dan ekstrakurikuler selesai. Selanjutnya para pembina menanggapi atas usulan, masukan, maupun kendala dari masing-masing organisasi dan ekstrakurikuler, dan pembina juga memberikan solusi terhadap setiap masalah-masalah yang dialami organisasi dan ekstrakurikuler yang dirasa belum cukup pada semester gasal ini. “Anak-anak, manakah yang lebih penting, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau ekstrakurikuler yang ingin diselenggarakan secara offline? Pasti ingin KBM offline terlebih dahulu kan?” Ujar Pak Imam. Beliau juga menjelaskan bahwa sekolah tidak berani mengambil keputusan dan risiko untuk menyelenggarakan kegiatan di sekolah secara offline yang mengundang banyak orang. Dengan demikian, organisator-organisator di Smansa harus berpikir lebih kritis dalam menjalankan suatu acara dikarenakan situasi pandemi seperti ini. “Organisator-organisator yang ada di Smansa harus menjadi percontohan atau pionir untuk rekan seangkatan maupun adik kelas,” kata Ibu Nuvanda menjelang acara selesai.

Diharapkan dengan dilaksanakannya Rapat Tengah Tahun ini dapat meningkatkan kualitas kinerja dari masing-masing organisasi dan ekstrakurikuler di Smansa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

screen tagSupport